Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts
Sunday, November 20, 2011
Gak Usah Dibaca.
Udah lama nggak ngepost ---*nada datar
Sekitaran tiga minggu terakhir ini rasanya puyeeeng banget TT.TT
Dikejar segala macam deadline. Tugas. Mau nangis dan guling-guling di jalan rasanya..
Jadi lebih sensitip.. bentar-bentar mau ketawa, bentar bentar mau makan orang.
Ditambah lagi kakak-kakak yg gak koperatif. Huuh.. dikira manja, padahal ditegain. Hiks.
Ada lagi, cowok aneh yg suka ngomel, jutek, ngeselin.
Bikin mood tterjun bebas, gubrak.
Aaa. merindukan hidup tenang jaman semster satu doeloe. Yang biarpun banyak tugas, rasanya masih bisa ketawa. Yang gak pernah keluar dari gedung tegepe. Yang gak mesti kenal apalagi koordinasi sama makhluk berjenis ikhwan. Yang kalo mau ngebakso di kemas atau fajar nggak mesti pake rasa bersalah. Yang pulang kuliah hari masih terang. Yang sabtu minggunya bisa ngerem di toko buku. Yang sebelum tidur paling gak ngotak atik sotosop atau notepad. Yang anti banget sama cabut. Yang... hiks hiks hiks.
frustated TT,TT
Sunday, August 7, 2011
Wanita Hebat Dibelakang Pria Hebat
Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.
Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”
Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.
“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”
“Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” (The Best Of Bits & Pieces, satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup For The Couple’s Soul)
Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”
Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.
“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”
“Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” (The Best Of Bits & Pieces, satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup For The Couple’s Soul)
Tuesday, July 26, 2011
Beberes!
in the name of Allah the Merciful, the Mercigiving..
katanya, orang nyentrik itu jarang beberes!(kata siapa, coba?)
haha, nyentrik apa males ya? hmm, jujur aja saya termasuk orang yang jarang beres-beres dulunya (FYI, dulunya lho.) apakah saya nyentrik? well well well..
istilah kerennya rih reroom.. harfiahnya kan meng-kamarkan-kembali. Berarti kembali menghadirkan kondisi yang layak disebut ruangan darip yang tadinya mirip lokasi ledakan bom buku. Atau tkp helikopter terjun? whatever..
yang sulit dari beberes bagi saya adalah; susah mulai dan susah berhenti. awalnya, males nih kalo beberes.. saya sempet bingung, siapa yang bikin keadaan sekacau helikopter jatuh begini? hem.. dan ketika keadaan helikopter-jatuh ini sudah terlalu mengenaskan, baru deh turun tangan.
Dan.. saya menemukan diri saya begitu menikmati beberes setelah sekian waktu. Lah? yang tadinya males plus misuh-misuh, jadinya malah keasyikan. Soalnya, ketika beres-beres, saya akan banyak menemukan barang-barang yang lucu yang udah lama saya cari. atau nemu buku dan catatan-catatan doeloe doeloe. Akan banyak kejutan yang muncul ketika beberes, dan akan butuh waktu lama sekali sampai semuanya selesai.
Saya suka banget pas beberes, nemu foto-foto lama. Terus pernah waktu itu nemu diary. What the.. yaampun diary! Bisa guling-guling pas dibaca ulang.. hehe. Seringnya nemu sampah sih.. hehe. Tapi saya punya laci khusus untuk menyimpan barang yang notabene sebenernya adalah sampah, tapi memiliki nilai kenangan disitu. Hmm, laci ini sudah semakin penuh.. isinya ada gantungan kunci bentuk love yang udah copot, sebotol kecil minyak wangi yang udah kosong, sebuah album foto yang cuma memiliki 3 lembar foto, beberapa bon, jangka pink, gantungan hape bergambar monyet, pin dokter cilik yang udah gak ada penitinya, foto kopi (secangkir kopi yang difoto), beberapa pin, sebuah bola bekel, kartu nama seorang komisaris polisi, lampu sepeda, antena patah, foto guru biologi smp, manik manik mata, kartu pelajar waktu smp, tiupan pianika, kacamata bergagang satu, beberapa surat kenangan, dan barang-barang lain yang bakalan bikin saya nangis kalo dibuang.. hehe.
bagi saya, memiliki dan menyimpan barang-barang ini seperti tiket untuk saya menjelajahi masa masa lalu yang sayang dilupakan.. sebuah bukti bahwa dulu saya pernah melakukan kebodohan-kebodohan,pernah melalui kejadian-kejadian aneh dan luar biasa, pernah bertemu dengan orang orang dengan berbagai tingkat menyebalkan.
haha. semangat beberes :)
Sunday, July 10, 2011
Bisnis sih bisnis.. Tapi..
Sebaaaal >.<
Jangan sampai saya bergabung dengan GAM nih. Ups, bukan Gerakan Aceh Merdeka yang suka bawa-bawa senjata itu, tapi GAM alias Gerakan Anti MLM.
Jangan deh, soalnya ibu saya adalah salah satu penggiat MLM, tapi MLM syari'ah, dengan konsep yang sama sekali berbeda daripada MLM konvensional. MLM ini.. ah, sudahlah, nanti aja kita ngomongin MLMs-nya.
Kemarin seoran kawan, sebut saja Sisi, mengajak saya menghadiri suatu acara di sebuah resto besar, di Margonda. Karena waktu itu memang sedang ada waktu luang, saya ngikut deh. Padahal sih nggak dikasih tahu dari awal, itu acara apa. Tapi karena didorong faktor-faktor seperti bosen dirumah, dan yang ngajak adalah kawan gaek (dari es empe sampe kuliah), ya sudah, berangkatlah.
Ternyata ada seorang lagi yang mendapat ajakan serupa dari Sisi. Teman satu jurusan saya, kita sebut dia Ayi. Kami memadu janji untuk bertemu (asiiik) di sebuah tempat sekitar pukul setengah dua GMT +7.00. Setelah semua kumpul, Sisi memandu kami menuju resto tempat diadakannya acara.
Saya dan Ayi masih bertanya-tanya, sebenarnya ada acara apa. Kenapa rasanya rahasia banget. Jangan jangan oh jangan begadang nih. Apasih. Dan semakin lama resto itu makin ramai, mungkin sekitar 200 orang lebih memadati resto tersebut. Kami belum memasuki tempat acara, masih berleleran nunggu diluar. Tiba-tiba ada seorang cowok yang menyapa saya. Kejadiannya mungkin kayak di sinetron. Nggak deeeng..
"Hai, Pit."
"Eh.. lho, kok lu bisa disini?" Saya kaget. Kirain oh kirain, siapa yang nyapa. Ternyata seorang teman sma dan kuliah, anak jurusan tetangga. Mari kita sebut dia Ryan.
"Hehehe.. gak nyangka Pitri mau dateng.. siapa yang ngajak?"
"Si Sisi. Emang ini acara apaan sih? Gue juga nggak dikasih tau.."
Lalu kami terlibat orolan basa basi, daripada bengong nggak jelas kayak si Ayi. Ayi ini memang orang yang gampang bosan. Hehe, piss ya, Yi. Ryan akhirnya ngobrol sama Sisi dengan seru. Karena ngomongnya didepan saaya, mau nggak mau ya kedengeran.
"was..wess.woss.. downline lu berapa?"
"woss.. anak elektro belum ada yang di prospek.."
Was.. wes.. upline..woss"
"bonus gue..wos woss.."
TING! (lampu nyala)
Oalah. setelah mencerna penggalan-penggalan barang bukti serta mengolah TKP, paham dah saya. Ternyata ini acara presentasi bisnis MLM gitu deh. Pas saya bisikin si Ayi, dia malah melengos.
"Males geeela gue.."
"He eh," sahut saya.
"mana laper.."
"He eh,"
Dan kami sama-sama bertampang bete. Tapi segera ganti tampang (??), karena nggak boleh bertampang masam sama sodari sendiri, paham ente?
Setelah satu jam setengah(!!!), akhirnya pintu dibuka dan kami boleh masuk. Sisi menuntut agar saya dan Ayi duduk didepan. Gulp. Gak masalah sih, saya suka suka aja duduk didepan. Tapi, kan keluarnya jadi susah.
Dan.. di dalam pun, masih nunggu lagi. Ternyata pesertanya bauanyak, jadi kita nungguin panitia ngatur peserta dan ngakalin gimana caranya peserta kebagian duduk semua. kira-kira dua puluh menit terbuang kemudian. Tampang Ayi makin asem aja diliat. Boleh nih ngerujak. haha.
Singkatnya, acara dibuka oleh duo Mc yang (katanya) heboh dan dahsyat. Screen di depan mulai menampilkan, "SELAMAT DATANG DI PRESENTASI BISNIS PT (tiiiit) INDONESIA."
Setelah heboh heboh tepuk tangan dan neriakin jargon, mulailah presentasi itu.
Ini bukan pertama kali saya diprospek untuk ikutan MLM. Jadi kurang lebih taulah. Memang, MLM kali ini berbeda sama MLM-MLM yang lainnya. Kalau MLM lainnya menekankan pada penjualan dan tutup point, MLM yang ini lebih fokus ada pengembangan jaringan. Sistemnya juga bukan bonus per bulan, melainkan per hari.
Karena tadi kami datang jam 2 kurang dan acara baru dimulai jam 3 lewat, hari sudah semakin sore sementara acara masih belum masuk ke inti. Dengan menyabar-nyabarkan hati, saya tetap mengikuti. Tapi seertinya raga aja yang masih utuh ditempat, sementara pikiran udah mulai ngelindur kemana-mana.
Ngelirik si Ayi, suram bener tampangnya. Akhirnya, saya nengok ke belakang. Masya Allah.. itu lautan orang semua. Sampai luber ke gang diantara jejeran kursi. Sampai ke atas juga.. bahkan sampai duduk di jendela. Dahsyat bener, dah.
"(gulp) Ayi, liat kebelakang deh.."
"Bujug daah.. rame banget. Gimana kita bisa keluar nih?"
Saya mengedikkan bahu. Kelihatannya memang tak ada spasi untuk lewat.
Karena benar-benar bosan tingkat dewa, saya memutuskan online via hape. Dan, barulah saya lihat jam.
Doeng. Jam lima lewat !
"Ayi, ente lagi sholat nggak?"
"Kaga mpit. Emang ente sholat?"
"Sholat! liat dah jam berapa sekarang.."
Tulilit, si Sisi sms.
-kalian mau pada sholat ashar nggak?-
Yaampun.. kenapa juga ditanya. Sholat kan bukan kemauan, tapi kewajiban!
Segera saya balas sms Sisi dengan nada mendesak.
-Iyalah! udah jam berapa ini? Sholat dimana nih?"-
"Aduh gimana dong Yi.."
"Sabar-sabar mpit.."
Nggak lama, Sisi balas.
-Keluar aja..-
Ngek. Saya nengok lagi ke belakang, ke kerumunan manusia ini. Lewat mana keluarnya coba?
"Ayi, gimana nihh.."
"Udah mpit, ayo kita keluar.."
"lewat mana coba keluarnya? masa kita nginjek-nginjek orang?"
Ayi tampak bingung juga. Setelah kami mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan, didesak waktu juga, akhirnya kami memutuskan nekat menerobos orang-orang itu!
Ugh, mana duduk paling depan. Jadi pusat perhatian ratusan orang-orang pas kita berdiri dan bermisi-misi. Dan ternyata benar, lumayan sulit keluar dari situ. Setelah berhasil keluar, barulah kami bernapas setengah lega dan mulai misuh-misuh.
Akhirnya, dianta Ayi yang mengendarai motor, saya sholat di masjid UI dengan perasaan campur aduk. Untung masih sempat.. Astaghfirullah..
Saya nggak habis pikir.. bagaimana ratusan orang tersebut bisa sholat ashar? Nggak terlihat mobilisasi sedikitpun.. dan para leader juga pembicara presentasi MLM tersebut juga selalu di depan saya..
Terlebih lagi, saya yakin mayoritas yang hadir disana penganut islam. Apakah demi sebuah presentasi tentang berjuta juta uang mengalir ke rekening anda, atau mobil keren yang bakal jadi milik anda, dapat mengesampingkan hak dan kewajiban mutlak kita? Sebagai Muslim?
Saya jadi berpikir, apakah harta sudah sedemikian menyilaukan mata para leader sehingga melupakan ibadah sholat. Astaghfirullah.. tuh kan! saya jadi subjektif!
Tapi, jujur, hal inilah yang membuat saya kecewa dan sakit hati. Demi dunia, gitu loh. Kenapa nggak sekedar diberitahukan, misalnya, dalam jeda presentasi tersebut, bahwa waktu ashar sudah tiba, dan mau habis? Berbusa-busa mereka memerkenalkan bisnis mereka, kisah sukses orang-orang yang jadi kaya raya setelah ikut bisnis tersebut, mungkin melupakan bahwa hakikat hidup kita manusia adalah beribadah kepada-Nya. Mungkin ini masalah prioritas. Maka, saya merasa beruntung hari itu pulang lebih awal.
Kenapa saya nggak menyadari juga kalau waktu sholat sudah mau lewat? Begitu hingar bingarnya acara tersebut, begitu ramainya acara, membuat saya mengalami disoriantasi waktu. Memang, hal ini juga salah saya, karena kebodohan kan keterbatasan saya, seorang fitri yang pelupa dan ceroboh.
Hingga kini, kurang lebih 3 orang berbeda yang mengajak saya ikutan bisnis yang sama. Mungkin jika saya tipe orang materialistik, saya udah ikutan dari kapan tau. Tapi, orientasi saya dalam berbisnis bukan materinya. Urgensinya, manfaatnya.. sst, bukan disini tempanya. hehe, nanti ya, cari lapak yang lain ^^
weel, itu ceritaku. apa ceritamu? CMIIW
Jangan sampai saya bergabung dengan GAM nih. Ups, bukan Gerakan Aceh Merdeka yang suka bawa-bawa senjata itu, tapi GAM alias Gerakan Anti MLM.
Jangan deh, soalnya ibu saya adalah salah satu penggiat MLM, tapi MLM syari'ah, dengan konsep yang sama sekali berbeda daripada MLM konvensional. MLM ini.. ah, sudahlah, nanti aja kita ngomongin MLMs-nya.
Kemarin seoran kawan, sebut saja Sisi, mengajak saya menghadiri suatu acara di sebuah resto besar, di Margonda. Karena waktu itu memang sedang ada waktu luang, saya ngikut deh. Padahal sih nggak dikasih tahu dari awal, itu acara apa. Tapi karena didorong faktor-faktor seperti bosen dirumah, dan yang ngajak adalah kawan gaek (dari es empe sampe kuliah), ya sudah, berangkatlah.
Ternyata ada seorang lagi yang mendapat ajakan serupa dari Sisi. Teman satu jurusan saya, kita sebut dia Ayi. Kami memadu janji untuk bertemu (asiiik) di sebuah tempat sekitar pukul setengah dua GMT +7.00. Setelah semua kumpul, Sisi memandu kami menuju resto tempat diadakannya acara.
Saya dan Ayi masih bertanya-tanya, sebenarnya ada acara apa. Kenapa rasanya rahasia banget. Jangan jangan oh jangan begadang nih. Apasih. Dan semakin lama resto itu makin ramai, mungkin sekitar 200 orang lebih memadati resto tersebut. Kami belum memasuki tempat acara, masih berleleran nunggu diluar. Tiba-tiba ada seorang cowok yang menyapa saya. Kejadiannya mungkin kayak di sinetron. Nggak deeeng..
"Hai, Pit."
"Eh.. lho, kok lu bisa disini?" Saya kaget. Kirain oh kirain, siapa yang nyapa. Ternyata seorang teman sma dan kuliah, anak jurusan tetangga. Mari kita sebut dia Ryan.
"Hehehe.. gak nyangka Pitri mau dateng.. siapa yang ngajak?"
"Si Sisi. Emang ini acara apaan sih? Gue juga nggak dikasih tau.."
Lalu kami terlibat orolan basa basi, daripada bengong nggak jelas kayak si Ayi. Ayi ini memang orang yang gampang bosan. Hehe, piss ya, Yi. Ryan akhirnya ngobrol sama Sisi dengan seru. Karena ngomongnya didepan saaya, mau nggak mau ya kedengeran.
"was..wess.woss.. downline lu berapa?"
"woss.. anak elektro belum ada yang di prospek.."
Was.. wes.. upline..woss"
"bonus gue..wos woss.."
TING! (lampu nyala)
Oalah. setelah mencerna penggalan-penggalan barang bukti serta mengolah TKP, paham dah saya. Ternyata ini acara presentasi bisnis MLM gitu deh. Pas saya bisikin si Ayi, dia malah melengos.
"Males geeela gue.."
"He eh," sahut saya.
"mana laper.."
"He eh,"
Dan kami sama-sama bertampang bete. Tapi segera ganti tampang (??), karena nggak boleh bertampang masam sama sodari sendiri, paham ente?
Setelah satu jam setengah(!!!), akhirnya pintu dibuka dan kami boleh masuk. Sisi menuntut agar saya dan Ayi duduk didepan. Gulp. Gak masalah sih, saya suka suka aja duduk didepan. Tapi, kan keluarnya jadi susah.
Dan.. di dalam pun, masih nunggu lagi. Ternyata pesertanya bauanyak, jadi kita nungguin panitia ngatur peserta dan ngakalin gimana caranya peserta kebagian duduk semua. kira-kira dua puluh menit terbuang kemudian. Tampang Ayi makin asem aja diliat. Boleh nih ngerujak. haha.
Singkatnya, acara dibuka oleh duo Mc yang (katanya) heboh dan dahsyat. Screen di depan mulai menampilkan, "SELAMAT DATANG DI PRESENTASI BISNIS PT (tiiiit) INDONESIA."
Setelah heboh heboh tepuk tangan dan neriakin jargon, mulailah presentasi itu.
Ini bukan pertama kali saya diprospek untuk ikutan MLM. Jadi kurang lebih taulah. Memang, MLM kali ini berbeda sama MLM-MLM yang lainnya. Kalau MLM lainnya menekankan pada penjualan dan tutup point, MLM yang ini lebih fokus ada pengembangan jaringan. Sistemnya juga bukan bonus per bulan, melainkan per hari.
Karena tadi kami datang jam 2 kurang dan acara baru dimulai jam 3 lewat, hari sudah semakin sore sementara acara masih belum masuk ke inti. Dengan menyabar-nyabarkan hati, saya tetap mengikuti. Tapi seertinya raga aja yang masih utuh ditempat, sementara pikiran udah mulai ngelindur kemana-mana.
Ngelirik si Ayi, suram bener tampangnya. Akhirnya, saya nengok ke belakang. Masya Allah.. itu lautan orang semua. Sampai luber ke gang diantara jejeran kursi. Sampai ke atas juga.. bahkan sampai duduk di jendela. Dahsyat bener, dah.
"(gulp) Ayi, liat kebelakang deh.."
"Bujug daah.. rame banget. Gimana kita bisa keluar nih?"
Saya mengedikkan bahu. Kelihatannya memang tak ada spasi untuk lewat.
Karena benar-benar bosan tingkat dewa, saya memutuskan online via hape. Dan, barulah saya lihat jam.
Doeng. Jam lima lewat !
"Ayi, ente lagi sholat nggak?"
"Kaga mpit. Emang ente sholat?"
"Sholat! liat dah jam berapa sekarang.."
Tulilit, si Sisi sms.
-kalian mau pada sholat ashar nggak?-
Yaampun.. kenapa juga ditanya. Sholat kan bukan kemauan, tapi kewajiban!
Segera saya balas sms Sisi dengan nada mendesak.
-Iyalah! udah jam berapa ini? Sholat dimana nih?"-
"Aduh gimana dong Yi.."
"Sabar-sabar mpit.."
Nggak lama, Sisi balas.
-Keluar aja..-
Ngek. Saya nengok lagi ke belakang, ke kerumunan manusia ini. Lewat mana keluarnya coba?
"Ayi, gimana nihh.."
"Udah mpit, ayo kita keluar.."
"lewat mana coba keluarnya? masa kita nginjek-nginjek orang?"
Ayi tampak bingung juga. Setelah kami mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan, didesak waktu juga, akhirnya kami memutuskan nekat menerobos orang-orang itu!
Ugh, mana duduk paling depan. Jadi pusat perhatian ratusan orang-orang pas kita berdiri dan bermisi-misi. Dan ternyata benar, lumayan sulit keluar dari situ. Setelah berhasil keluar, barulah kami bernapas setengah lega dan mulai misuh-misuh.
Akhirnya, dianta Ayi yang mengendarai motor, saya sholat di masjid UI dengan perasaan campur aduk. Untung masih sempat.. Astaghfirullah..
Saya nggak habis pikir.. bagaimana ratusan orang tersebut bisa sholat ashar? Nggak terlihat mobilisasi sedikitpun.. dan para leader juga pembicara presentasi MLM tersebut juga selalu di depan saya..
Terlebih lagi, saya yakin mayoritas yang hadir disana penganut islam. Apakah demi sebuah presentasi tentang berjuta juta uang mengalir ke rekening anda, atau mobil keren yang bakal jadi milik anda, dapat mengesampingkan hak dan kewajiban mutlak kita? Sebagai Muslim?
Saya jadi berpikir, apakah harta sudah sedemikian menyilaukan mata para leader sehingga melupakan ibadah sholat. Astaghfirullah.. tuh kan! saya jadi subjektif!
Tapi, jujur, hal inilah yang membuat saya kecewa dan sakit hati. Demi dunia, gitu loh. Kenapa nggak sekedar diberitahukan, misalnya, dalam jeda presentasi tersebut, bahwa waktu ashar sudah tiba, dan mau habis? Berbusa-busa mereka memerkenalkan bisnis mereka, kisah sukses orang-orang yang jadi kaya raya setelah ikut bisnis tersebut, mungkin melupakan bahwa hakikat hidup kita manusia adalah beribadah kepada-Nya. Mungkin ini masalah prioritas. Maka, saya merasa beruntung hari itu pulang lebih awal.
Kenapa saya nggak menyadari juga kalau waktu sholat sudah mau lewat? Begitu hingar bingarnya acara tersebut, begitu ramainya acara, membuat saya mengalami disoriantasi waktu. Memang, hal ini juga salah saya, karena kebodohan kan keterbatasan saya, seorang fitri yang pelupa dan ceroboh.
Hingga kini, kurang lebih 3 orang berbeda yang mengajak saya ikutan bisnis yang sama. Mungkin jika saya tipe orang materialistik, saya udah ikutan dari kapan tau. Tapi, orientasi saya dalam berbisnis bukan materinya. Urgensinya, manfaatnya.. sst, bukan disini tempanya. hehe, nanti ya, cari lapak yang lain ^^
weel, itu ceritaku. apa ceritamu? CMIIW
Saturday, July 2, 2011
Jalanan ^^
Bismillahirrahmanirrahim.
Kadang-kadang kalo lagi di jalanan pas bawa motor (baca; mengendarai-- mana kuat BAWA motor?? :P), sering banget ngelamun. Seringnya sih ngelamun pas lagi jalan pelan, sekitar 30-40 lah. Tapi pernah, pas di Jalan Juanda yang lenggang dan lempeng, ngelamun di kecepatan 60-80/jam. Rasanya kayak melayang. Tau-tau, ada kijang merah mendadak nge-sein kiri trus main belok aja ke kiri (pom bensin). Selama kira kira dua puluh detik itu, untung masih sempet ngerem, dan kijang itu juga nggak mau ngalah. Untung masih sempat.
Yang paling menyebalkan menurutku kalo cewek yang bawa motor. Mereka lebih ngebut dari cowok, lebih nekat, dan suka ngeselin. Well, aku juga perempuan, dan itu lebih melipatgandakan kesan buruk bahwa kalo cewek suka ngeselin di jalanan.
Nggak semua cewek, tentu, tapi ada beberapa cewek yang begitu. Pernah, waktu itu jalanan nggak gitu rame, dan arah lawan kosong. Karena waktu itu rada buru-buru, kusalip aja dua motor didepan. Wong jalanan depan juga kosong, dan nyalipnya juga gak cepet-cepet amat. Eh tiba-tiba, salah satu motor yang kusalip (yang bawa cewek, naik matic) langsung nyalip balik. Awalnya gak gitu peduli, lagian jalanan juga lagi kosong.. sampe pas ada jalanan yang rusak, dan cuma jalur kanan (jalur lawan) yang masih rata, aku salip dia balik, setelah liat jalanan depan cuma ada motor dan masih jauh. Eh, matic itu langsung nyalip balik dengan kecepatan tinggi, padahal dia di jalan yang rusak, trus kayak mau nyalip aku balik. Kasih daaah tuh, dia. Dan setiap aku nambah kecepatan atau ambil ancang-ancang mau nyalip dia, dia langsung ngalingin dan makkin ngebut. Lah, mba, siapa juga yang mau balapan? Akhirnya kupelanin dan biarin dia duluan, biar puas.. juga nggak bikin panas, hehe.
Satu lagi, cewek-cewek yang ngeselin, bawa motor (biasanya sore atau siang), nggak pake helm, pake celana hot pants, trus boncengan bertiga. Udah gitu, ketawaa terus sepanjang jalan! Heran dah, apa yang lucu, siapa yang ngelawak, coba? Jalannya juga ngebut, lagi. Kalo keluar gang atau mau belok ke gang suka nggak nghasih sein, dadakan.
Jalanan itu seru, nantangin, unpredictable.
Jalanan seperti sebuah simulasi hidup, berkelok-kelok dan banyak ujian. Penuh aturan, saling berlomba, bahkan bermain kotor. Harus tau kapan nge-gas dan ngerem, nyalip dan belok harus ada aturannya. Kadang, ban bocor atau kempes sehingga kita harus beristirahat memulihkan kondisi. Sparepart kendaraan juga harus dirawat, bahkan diganti. Ada rambu yang mesti dipatuhin, kalo nggak bakal chaos seperti di perempatan pasar lama-sawangan-pitara.
Ada juga yang celaka, ditabrak, menabrak, mental, terlindas, dan macamnya. Ada yang karena salahnya sendiri, maupun kesalahan pengguna jalan lainnya (perbuatanmu, dosamu, mungkin merugikan orang lain juga!).
Kadang-kadang kalo lagi di jalanan pas bawa motor (baca; mengendarai-- mana kuat BAWA motor?? :P), sering banget ngelamun. Seringnya sih ngelamun pas lagi jalan pelan, sekitar 30-40 lah. Tapi pernah, pas di Jalan Juanda yang lenggang dan lempeng, ngelamun di kecepatan 60-80/jam. Rasanya kayak melayang. Tau-tau, ada kijang merah mendadak nge-sein kiri trus main belok aja ke kiri (pom bensin). Selama kira kira dua puluh detik itu, untung masih sempet ngerem, dan kijang itu juga nggak mau ngalah. Untung masih sempat.
Yang paling menyebalkan menurutku kalo cewek yang bawa motor. Mereka lebih ngebut dari cowok, lebih nekat, dan suka ngeselin. Well, aku juga perempuan, dan itu lebih melipatgandakan kesan buruk bahwa kalo cewek suka ngeselin di jalanan.
Nggak semua cewek, tentu, tapi ada beberapa cewek yang begitu. Pernah, waktu itu jalanan nggak gitu rame, dan arah lawan kosong. Karena waktu itu rada buru-buru, kusalip aja dua motor didepan. Wong jalanan depan juga kosong, dan nyalipnya juga gak cepet-cepet amat. Eh tiba-tiba, salah satu motor yang kusalip (yang bawa cewek, naik matic) langsung nyalip balik. Awalnya gak gitu peduli, lagian jalanan juga lagi kosong.. sampe pas ada jalanan yang rusak, dan cuma jalur kanan (jalur lawan) yang masih rata, aku salip dia balik, setelah liat jalanan depan cuma ada motor dan masih jauh. Eh, matic itu langsung nyalip balik dengan kecepatan tinggi, padahal dia di jalan yang rusak, trus kayak mau nyalip aku balik. Kasih daaah tuh, dia. Dan setiap aku nambah kecepatan atau ambil ancang-ancang mau nyalip dia, dia langsung ngalingin dan makkin ngebut. Lah, mba, siapa juga yang mau balapan? Akhirnya kupelanin dan biarin dia duluan, biar puas.. juga nggak bikin panas, hehe.
Satu lagi, cewek-cewek yang ngeselin, bawa motor (biasanya sore atau siang), nggak pake helm, pake celana hot pants, trus boncengan bertiga. Udah gitu, ketawaa terus sepanjang jalan! Heran dah, apa yang lucu, siapa yang ngelawak, coba? Jalannya juga ngebut, lagi. Kalo keluar gang atau mau belok ke gang suka nggak nghasih sein, dadakan.
Jalanan itu seru, nantangin, unpredictable.
Jalanan seperti sebuah simulasi hidup, berkelok-kelok dan banyak ujian. Penuh aturan, saling berlomba, bahkan bermain kotor. Harus tau kapan nge-gas dan ngerem, nyalip dan belok harus ada aturannya. Kadang, ban bocor atau kempes sehingga kita harus beristirahat memulihkan kondisi. Sparepart kendaraan juga harus dirawat, bahkan diganti. Ada rambu yang mesti dipatuhin, kalo nggak bakal chaos seperti di perempatan pasar lama-sawangan-pitara.
Ada juga yang celaka, ditabrak, menabrak, mental, terlindas, dan macamnya. Ada yang karena salahnya sendiri, maupun kesalahan pengguna jalan lainnya (perbuatanmu, dosamu, mungkin merugikan orang lain juga!).
Saturday, June 25, 2011
Nulis pakai tangan, apa pakai otak?
Seandainya otakku punya selang panjang yang di ujungnya ada mata pena, mungkin tak henti-hentinya tulisanku lahir. Setiap sebentuk ide terkonsep, setiap pikiran yang terajut, mungkin akan langsung mengalir di selang tersebut menuju pena, dan tak lama, lahirlah sebuah tulisan.
Untungnya hal itu nggak terjadi.. bayangkan jika aku menulis hanya dengan menggunakan otak. Buahnya adalah segala rasionalisme dan intelektual yang nggak dinaungi norma. Memang ramai dan mudah untuk dicerna akal, mudah meresap dan kelihatannya mungkin keren seperti orang pintar. Tapi.. gersang. Panas, tidak menyejukkan.
Menulis dengan hati.. ini beda lagi. Terasa lebih ramah, lebih manusiawi. Karena ilmuwan diluar sana pun sungguh pintar dalam membuat otak. Sungguh gampang dibuat, hanya terdiri dari sirkuit rumit yang disolder, lalu diprogram sedemikian rupa. Namuan belum pernah aku mendengar ada seseorang yang bisa membuat hati. Karena, ya, hati begitu kaya.. begitu dinamis, begitu spesial. Mungkin seribu kali lebih rumit, namun bisa juga sebenarnya sederhana.
Apakah nggak bodoh, menulis pakai hati, tanpa menggunakan otak? Mungkin kesannya menulis dengan hati hanya meneropong dari jendela subjektif, mengabaikan sisi-sisi intelektual dan nilai-nilai rasional. Benarkah?
(Hehe, jadi serius.. ^^)
Kata Ibnul Qayyim (Allahuyarham):
"Hati adalah raja. Dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik, maka baik pula pasukannya."
Jika kita menulis dengan otak, maka masih belum menyertakan hati. Kita baru menggandeng si prajurit..
Jika kita menulis dengan hati (dengan catatan, hati yang baik dan sehat :)), insya Allah kita juga menyertakan otak.
Karena itulah tulisan tulisan para ulama yang wajahnya seteduh syurga begitu nyaman dibaca. Begitu lezat, bergizi, mengenyangkan. Memunahkan dahaga jiwa dan otak seketika. Alirannya halus dan pasti, seperti air yang menelusup ke setiap celah..
Yuk menyehatkan hati, supaya bisa menulis dengan hati :)
Untungnya hal itu nggak terjadi.. bayangkan jika aku menulis hanya dengan menggunakan otak. Buahnya adalah segala rasionalisme dan intelektual yang nggak dinaungi norma. Memang ramai dan mudah untuk dicerna akal, mudah meresap dan kelihatannya mungkin keren seperti orang pintar. Tapi.. gersang. Panas, tidak menyejukkan.
Menulis dengan hati.. ini beda lagi. Terasa lebih ramah, lebih manusiawi. Karena ilmuwan diluar sana pun sungguh pintar dalam membuat otak. Sungguh gampang dibuat, hanya terdiri dari sirkuit rumit yang disolder, lalu diprogram sedemikian rupa. Namuan belum pernah aku mendengar ada seseorang yang bisa membuat hati. Karena, ya, hati begitu kaya.. begitu dinamis, begitu spesial. Mungkin seribu kali lebih rumit, namun bisa juga sebenarnya sederhana.
Apakah nggak bodoh, menulis pakai hati, tanpa menggunakan otak? Mungkin kesannya menulis dengan hati hanya meneropong dari jendela subjektif, mengabaikan sisi-sisi intelektual dan nilai-nilai rasional. Benarkah?
(Hehe, jadi serius.. ^^)
Kata Ibnul Qayyim (Allahuyarham):
"Hati adalah raja. Dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik, maka baik pula pasukannya."
Jika kita menulis dengan otak, maka masih belum menyertakan hati. Kita baru menggandeng si prajurit..
Jika kita menulis dengan hati (dengan catatan, hati yang baik dan sehat :)), insya Allah kita juga menyertakan otak.
Karena itulah tulisan tulisan para ulama yang wajahnya seteduh syurga begitu nyaman dibaca. Begitu lezat, bergizi, mengenyangkan. Memunahkan dahaga jiwa dan otak seketika. Alirannya halus dan pasti, seperti air yang menelusup ke setiap celah..
Yuk menyehatkan hati, supaya bisa menulis dengan hati :)
Tuesday, June 21, 2011
Happy Three Friend #1
Jejen: Sony Ericsson K770i. cantik, bodi tipis, chocholate skinned, friendly, koperatip, keren, atletis dan tahan banting
Jengjeng: PC intel core duo-motherboard ASUS-nVidia G Force-LCD BenQ. cantik dan elegan, black skinned, gampang panas, suka nyanyi, suka maen film, moody.
Jero: Yamaha Vega ZR. ganteng-macho. Jarang mandi, doyan pertamax, paling senang dan baik hati kalo diajak jalan, lincah.
Bos: orang yang sangat menyayangi dan merawat Jejen dkk. Baik hati.
(Suatu malam yg gerah dan mendung.)
Bos: apdet status aah..
Jejen: bos, emang punya pulsa?
Bos: pan tadi udah diisi goceng..
Jejen: yaelah bos, sayang sayang.. Ntar besok udah abis lagi. Mending buat sms penyemangat atau tausiyah gitu bos..
Bos: ye, kan ngenet gratis skrg, Jen.. Udah diem dulu, gw mo apdet neh,, cepetan buka opera mini,
Jejen: bos, liat tuh, batre gw mau abis..udah merah tuh, makanya gak usah ngapdet status..
Bos: yaampun jejeeen..! Kayanya baru semalem dicas, kok lw udah tepar aje sih? Grr..
Jejen: ya namanya jg uda uzur bos, umur,umur!
Bos: ngeles aja,, ntar gw ganti nih. eh tapi iya juga, liat aja bodi lw, udah beset2 bgitu..
Jejen: ye ini sih gara2 bos, naro gw suka sembarangan, sering dijatohin pula! Huhu
Jengjeng: sabar, sabar ya jen.. Maklum si Bos kan masi bocah..
Bos: heh, enak aja..
Iya juga, si Jejen kesian amat ya..
Jengjeng, nyala gih.. Mo ngerjain orang. Eh, ngerjain tugas nih gw..
*mencet tombol biru
Jengjeng: siip! Tugas apaan lagi bos? Kaga kelar2 dah..
Bos: tugas hukum Penerbitan, Jeng. Besok gw presentasi neh.
Jejen: nah gitu dong bos.. Ngerjain tugas itu keren banget..daripada OL atau smsan sama cowok.. Jejen malu tau, kalo umi bos baca2 inbox..
Bos: haa..hahciim! alhamdulillah.
Eh, siapa juga yg smsan sama cowok? Biar jelek, gw gak punya pacar lho!
Jengjeng: bos.. Listrik gak kuat.. Gw mati dulu ye.. Ntar idupin lagi...*jegleg
Bos: aduuh! kebiasaan bgt..*mencet tombol biru lagi.
Jejen: ye, bos kan sering tuh, smsan sama cowok, emang gw gak tau bos,, tuh yg namanya si kamal,
Izzat.. Trus siapa lg ya? Oiya, Anto juga tuh! Hayo ngaku? Wah bos pacarnya banyak neh, ckck..
Bos: ......
Jejen! Sok tauu.. Hey, mereka bukan pacar gw, bahkan mereka bukan cowok! Kecuali Anto, iya emang cowok, tapi beliau itu dosen DeGe gw.. Gw smsan juga gara2 nilai gw uda miris..
Dan kamal, itu maksudnya kak Amal, gw sambung aja nulisnya biar asik. Izzat juga wanita, tauk, namanya aja Izzaturrahmah. Beh..
Jejen: oh oh. Gitu. Hehe maap bos.. Berarti gw udah husnuzhan ya..
Bos: suudzan kali,
Jengjeng: i am ready bos! Tarik dah
Bos: emang gw mo ngojek? Yaudah buka folder gw..
Jengjeng: ...
Kaga ada bos, noh, hardisk bos dicolokin dulu..
Bos: oiye. Yaudah, setel lagu dong! *nyolokin hardisk external
Jengjeng:lagu apaan nih bos? Playlist yg biasa?
Bos: yoi. Jangan kenceng2, uda malem..
(Ketik ketik..)
Jengjeng: bos, F5 dulu lah..
Bos: manja. Dikit2 minta refresh..
Jengjeng: yeh, ntar kalo gw nge hang, tugas lw kan bos yg wasalam..
Bos: dasar.. Nih (mencet F5). Kasian juga.. Kapan ya leptop turun..
Jengjeng: igh! Jadi gitu nih si Bos..
Bos: apa bae si Jengjeng? Cemburu ye?
Jengjeng: jadi, udah mau punya yg baru nih.. Gw ntar dilupain, dipojok, berdebu, jadi rumah kecoak..
Bos: olala, lebay banget lw.. Hahaha.. Iya dong punya yg baru.. Ntar pasti lw kangen sama gw..
Jengjeng: tega. Tegaa! Habis manis sepah dibuang!
Bos: hihi,ya enggaklah say.. Biar uda ada leptop, lw tetep gw berdayakan..
Jengjeng: grumbled.
Jejen: bos, bos..
Bos: nape lw? Cemburu juga?
Jejen: bos....
(Closing melody)
Bos: Jejen! Oh tidak, jangan mati! (Nyolokin kabel charge)
Jejen: (opening melody) huah.. Naapas, napas.. (Ting!) Eh bos, ada sms nih!
Bos: mana? Hmm..
**
From: Umi im3
2-May-2011 22:07
Pit, jgn lupa cuci motor
**
Bos: yaampun, jam berapa nih? Lupa belum mandiin si Jero!
Jeng, stand by dulu sana!
Jengjeng: ctrl-s dulu bos,,
Bos: sip.
(Ngambil ember, busa dan sabun colek)
Jero: hiks bos, masa gw gak mandi2.. Ditaro diluar lagi, ntar kalo gw diculik gimana?
Bos: cengeng amat lw.. Hehe iye, maap ye Jero, td gw asik banget ngetik.. Sini gw siram..
Jero: ih aku sih udah biasa.
Bos: lah, lw ngapa jadi lenjeh begitu Jer? Tampang macho, eh ternyata..
Jero: gw kan dipakenya sama para wanita bos, boro2 dibawa ngebut atau nyalip zig zag, lebih dari 40 km/hr jg kaga pernah.. Gimana jaga imej jd macho? jadi psikologis gw sekarang rada gitu deh..
Bos: iye itu kalo umi yg bawa.. Kalo gw enggak kan?
Jero: hmm, kalo bos yg bawa tuh bukannya jadi macho, malah jadi ngaco.. Bos bawanya serampangan sih.. Ngebut, suka ngerem dadakan, nyalip2 bikin gw deg2an..
Bos: yaelah.. Seru kali, Jer.. Ah lw sih kebanyakan dibawa pelan, jadi manja..
Jero: ye.. Tapi pan bahaya bos! Mau celaka? Sayang umur, sayang badan bos. Belom nikah lagi, kan??
Bos: hus! Nah, udah kelar neh.. Cakep dah! Masuk sana, bobo ya!
Jero: asik.. Besok gw bs tepe neh..
Bos: (jitak) sana bobo.. Love yu.
Jero: tengkyu bos. Lov yu tu.
Bos: udah malem.. Jeng, bsk aja kita lanjut ye?
Ngantuk..
Jengjeng: gak main the sims dulu nih?
Bos: hm.. Aduh, gmn ya? Yaudah, setengah jam aja dah..
Jejen: ye, mending selesein tugas dlu bos! Nanggung tuh,
Bos: betar, refrResh dulu..
Jengjeng: bos! Listrik tur... *jegleg (keburu mati)
Bos: Jengjeng! Ah sudahlah. Untung uda di save.. Gw bobo aja aah.
Jejen: hahaha.. Ehm. Yaudah bos, sana bobo. Yg nyenyak ya.. Ntar gw bangunin jam 3.. Jangan cuma dimatiin trus tidur lagi..
Bos: iye.. Udah ya. Lw jg bobo, love yu.
Jejen: love yu..
Jengjeng: PC intel core duo-motherboard ASUS-nVidia G Force-LCD BenQ. cantik dan elegan, black skinned, gampang panas, suka nyanyi, suka maen film, moody.
Jero: Yamaha Vega ZR. ganteng-macho. Jarang mandi, doyan pertamax, paling senang dan baik hati kalo diajak jalan, lincah.
Bos: orang yang sangat menyayangi dan merawat Jejen dkk. Baik hati.
(Suatu malam yg gerah dan mendung.)
Bos: apdet status aah..
Jejen: bos, emang punya pulsa?
Bos: pan tadi udah diisi goceng..
Jejen: yaelah bos, sayang sayang.. Ntar besok udah abis lagi. Mending buat sms penyemangat atau tausiyah gitu bos..
Bos: ye, kan ngenet gratis skrg, Jen.. Udah diem dulu, gw mo apdet neh,, cepetan buka opera mini,
Jejen: bos, liat tuh, batre gw mau abis..udah merah tuh, makanya gak usah ngapdet status..
Bos: yaampun jejeeen..! Kayanya baru semalem dicas, kok lw udah tepar aje sih? Grr..
Jejen: ya namanya jg uda uzur bos, umur,umur!
Bos: ngeles aja,, ntar gw ganti nih. eh tapi iya juga, liat aja bodi lw, udah beset2 bgitu..
Jejen: ye ini sih gara2 bos, naro gw suka sembarangan, sering dijatohin pula! Huhu
Jengjeng: sabar, sabar ya jen.. Maklum si Bos kan masi bocah..
Bos: heh, enak aja..
Iya juga, si Jejen kesian amat ya..
Jengjeng, nyala gih.. Mo ngerjain orang. Eh, ngerjain tugas nih gw..
*mencet tombol biru
Jengjeng: siip! Tugas apaan lagi bos? Kaga kelar2 dah..
Bos: tugas hukum Penerbitan, Jeng. Besok gw presentasi neh.
Jejen: nah gitu dong bos.. Ngerjain tugas itu keren banget..daripada OL atau smsan sama cowok.. Jejen malu tau, kalo umi bos baca2 inbox..
Bos: haa..hahciim! alhamdulillah.
Eh, siapa juga yg smsan sama cowok? Biar jelek, gw gak punya pacar lho!
Jengjeng: bos.. Listrik gak kuat.. Gw mati dulu ye.. Ntar idupin lagi...*jegleg
Bos: aduuh! kebiasaan bgt..*mencet tombol biru lagi.
Jejen: ye, bos kan sering tuh, smsan sama cowok, emang gw gak tau bos,, tuh yg namanya si kamal,
Izzat.. Trus siapa lg ya? Oiya, Anto juga tuh! Hayo ngaku? Wah bos pacarnya banyak neh, ckck..
Bos: ......
Jejen! Sok tauu.. Hey, mereka bukan pacar gw, bahkan mereka bukan cowok! Kecuali Anto, iya emang cowok, tapi beliau itu dosen DeGe gw.. Gw smsan juga gara2 nilai gw uda miris..
Dan kamal, itu maksudnya kak Amal, gw sambung aja nulisnya biar asik. Izzat juga wanita, tauk, namanya aja Izzaturrahmah. Beh..
Jejen: oh oh. Gitu. Hehe maap bos.. Berarti gw udah husnuzhan ya..
Bos: suudzan kali,
Jengjeng: i am ready bos! Tarik dah
Bos: emang gw mo ngojek? Yaudah buka folder gw..
Jengjeng: ...
Kaga ada bos, noh, hardisk bos dicolokin dulu..
Bos: oiye. Yaudah, setel lagu dong! *nyolokin hardisk external
Jengjeng:lagu apaan nih bos? Playlist yg biasa?
Bos: yoi. Jangan kenceng2, uda malem..
(Ketik ketik..)
Jengjeng: bos, F5 dulu lah..
Bos: manja. Dikit2 minta refresh..
Jengjeng: yeh, ntar kalo gw nge hang, tugas lw kan bos yg wasalam..
Bos: dasar.. Nih (mencet F5). Kasian juga.. Kapan ya leptop turun..
Jengjeng: igh! Jadi gitu nih si Bos..
Bos: apa bae si Jengjeng? Cemburu ye?
Jengjeng: jadi, udah mau punya yg baru nih.. Gw ntar dilupain, dipojok, berdebu, jadi rumah kecoak..
Bos: olala, lebay banget lw.. Hahaha.. Iya dong punya yg baru.. Ntar pasti lw kangen sama gw..
Jengjeng: tega. Tegaa! Habis manis sepah dibuang!
Bos: hihi,ya enggaklah say.. Biar uda ada leptop, lw tetep gw berdayakan..
Jengjeng: grumbled.
Jejen: bos, bos..
Bos: nape lw? Cemburu juga?
Jejen: bos....
(Closing melody)
Bos: Jejen! Oh tidak, jangan mati! (Nyolokin kabel charge)
Jejen: (opening melody) huah.. Naapas, napas.. (Ting!) Eh bos, ada sms nih!
Bos: mana? Hmm..
**
From: Umi im3
2-May-2011 22:07
Pit, jgn lupa cuci motor
**
Bos: yaampun, jam berapa nih? Lupa belum mandiin si Jero!
Jeng, stand by dulu sana!
Jengjeng: ctrl-s dulu bos,,
Bos: sip.
(Ngambil ember, busa dan sabun colek)
Jero: hiks bos, masa gw gak mandi2.. Ditaro diluar lagi, ntar kalo gw diculik gimana?
Bos: cengeng amat lw.. Hehe iye, maap ye Jero, td gw asik banget ngetik.. Sini gw siram..
Jero: ih aku sih udah biasa.
Bos: lah, lw ngapa jadi lenjeh begitu Jer? Tampang macho, eh ternyata..
Jero: gw kan dipakenya sama para wanita bos, boro2 dibawa ngebut atau nyalip zig zag, lebih dari 40 km/hr jg kaga pernah.. Gimana jaga imej jd macho? jadi psikologis gw sekarang rada gitu deh..
Bos: iye itu kalo umi yg bawa.. Kalo gw enggak kan?
Jero: hmm, kalo bos yg bawa tuh bukannya jadi macho, malah jadi ngaco.. Bos bawanya serampangan sih.. Ngebut, suka ngerem dadakan, nyalip2 bikin gw deg2an..
Bos: yaelah.. Seru kali, Jer.. Ah lw sih kebanyakan dibawa pelan, jadi manja..
Jero: ye.. Tapi pan bahaya bos! Mau celaka? Sayang umur, sayang badan bos. Belom nikah lagi, kan??
Bos: hus! Nah, udah kelar neh.. Cakep dah! Masuk sana, bobo ya!
Jero: asik.. Besok gw bs tepe neh..
Bos: (jitak) sana bobo.. Love yu.
Jero: tengkyu bos. Lov yu tu.
Bos: udah malem.. Jeng, bsk aja kita lanjut ye?
Ngantuk..
Jengjeng: gak main the sims dulu nih?
Bos: hm.. Aduh, gmn ya? Yaudah, setengah jam aja dah..
Jejen: ye, mending selesein tugas dlu bos! Nanggung tuh,
Bos: betar, refrResh dulu..
Jengjeng: bos! Listrik tur... *jegleg (keburu mati)
Bos: Jengjeng! Ah sudahlah. Untung uda di save.. Gw bobo aja aah.
Jejen: hahaha.. Ehm. Yaudah bos, sana bobo. Yg nyenyak ya.. Ntar gw bangunin jam 3.. Jangan cuma dimatiin trus tidur lagi..
Bos: iye.. Udah ya. Lw jg bobo, love yu.
Jejen: love yu..
Sunday, June 12, 2011
Kasihan sama siapa?
"ALLAH itu Mahaadil kok."
Salah satu sifat yang paling dilematis dari diri saya adalah nggak enakan dan nggak tegaan. Kata beberapa orang, itu yang bikin saya jadi nggak tegas. Setiap ada yang ngutang, jarang saya tagih kecuali orang itu ngutang dalam jumlah besar dan saya lagi butuh uang. Setiap ada kakek-kakek jualan sapu, pisau, makanan atau yang lainnya, pasti saya ngeliatnya pengen nangis (bukan pengen beli). Usianya yang sudah uzur, tubuh tuanya yang ringkih, pandangannya yang meluluhkan hati.
Setiap ditolongin orang, saya juga bawaannya galau terus. Ya nggak enak lah sama orangnya, takut ngerepotin, bingung gimana lagi caranya ngungkapin terima kasih, dan lain-lainnya. Kalo ada orang salah juga gitu, dalam kebabyakan kasus saya cuma bisa bilang "nggak apa-apa.." atau yang paling sadis pun, cuma melirik ke si-yang-punya-salah, trus berlalu tanpa berkata-kata.
Apalagi, kalo nonton filem sedih, (permisi, asal bukan sinetron atau cerita cinta-cintaan cengeng ya.) kayak Taehukgi, Hachiko, atau One Litre of Tears. Banjirlah.
Kalo kata seorang sahabat saya yang baru aja menyaksikan saya ngasih duit kepada pengemen ketiga pas kita lagi makan di tenda biru, "Kamu terlalu ngasianin orang, sampe nggak ngasianin diri sendiri.. punya duit buat pulang nggak?" katanya.
"(gulp.) Ada kok.. masih ada recehan." Tangkis saya.
"Hh.. sekali-kali, belajar bersikap koleris.."
"..." dasar koleris sejati, pikir saya. 

Apa hubungannya koleris dan melankolis soal ngasih-duit-ke-pengamen?
Wednesday, June 8, 2011
Beberapa saat yang lalu.. Tumbuh sebuah tunas kecil di hati ini.
Awalnya, biasa saja. Namun kelamaan, rasanya ada yang mengganjal. Ada yang mengganggu.
Tunas itu masih kecil. Mungkin dengan satu atau dua daun mungil. Akarnya sudah merambat, meskipun belum mencengkram kuat.
Kucoba meneliti tunas ini. Ada yang salah, ya.. aku tau ada yang salah. Tunas ini berpenyakit!
#ugh
Selidik punya selidik, setelah menelusuri akar utama yang lebih dulu mengecambahi, kutahu ini tunas IRI. Ya, tunas iri yang tumbuh dan siap bermetamorfosa menjadi penyakit, lalu kemudian akan menjangkiti hati ini! Astaghfirullah.. astaghfirullah..
Bukan iri oleh materi.. karena subjek yang dimaksud tak memiliki bentuk kecuali realisasinya. Aku iri karena dia begini dan begitu. Aku iri karena dia bisa begini dan begitu. Aku iri atas prestasinya. Apa yang bisa dibanggakan darinya. Aku melihat intan di pangkuanyya, serta debu di pangkuanku.
Astaghfirullah..
Aku tau. Kita nggak akan jadi apa-apa kalau kita nggak menjadikan diri apa-apa. Menjadikan diri apa-apa berarti mengorbankan apa-apa yang dimiliki, bersedia ngapa-ngapain dan diapa-apain. Maka kita akan menjadi apa-apa.
Aku sudah menjadikan diri jadi apa? Kalau aku iri kepada mereka yang menjadi apa-apa, mengapa aku nggak ikutan menjadikan diri apa-apa supaya aku juga bisa?
Aku mau lebih bersyukur.. nggak mau retorika syukur. (padahal tulisan INI juga retorika ya..)
Aku akan melakukan apa-apa yang kubisa, belajar apa-apa yang belum kukuasai, dan membereskan apa-apa yang belum pada tempatnya. Retorika ini, semoga bukan hanya retorika.
BISMILLAH!
(pojok aula lt.3 gedung Q, saat sidang umum LPJ HMJA oleh MPM PNJ 10-11)
Awalnya, biasa saja. Namun kelamaan, rasanya ada yang mengganjal. Ada yang mengganggu.
Tunas itu masih kecil. Mungkin dengan satu atau dua daun mungil. Akarnya sudah merambat, meskipun belum mencengkram kuat.
Kucoba meneliti tunas ini. Ada yang salah, ya.. aku tau ada yang salah. Tunas ini berpenyakit!
#ugh
Selidik punya selidik, setelah menelusuri akar utama yang lebih dulu mengecambahi, kutahu ini tunas IRI. Ya, tunas iri yang tumbuh dan siap bermetamorfosa menjadi penyakit, lalu kemudian akan menjangkiti hati ini! Astaghfirullah.. astaghfirullah..
Bukan iri oleh materi.. karena subjek yang dimaksud tak memiliki bentuk kecuali realisasinya. Aku iri karena dia begini dan begitu. Aku iri karena dia bisa begini dan begitu. Aku iri atas prestasinya. Apa yang bisa dibanggakan darinya. Aku melihat intan di pangkuanyya, serta debu di pangkuanku.
Astaghfirullah..
Aku tau. Kita nggak akan jadi apa-apa kalau kita nggak menjadikan diri apa-apa. Menjadikan diri apa-apa berarti mengorbankan apa-apa yang dimiliki, bersedia ngapa-ngapain dan diapa-apain. Maka kita akan menjadi apa-apa.
Aku sudah menjadikan diri jadi apa? Kalau aku iri kepada mereka yang menjadi apa-apa, mengapa aku nggak ikutan menjadikan diri apa-apa supaya aku juga bisa?
Aku mau lebih bersyukur.. nggak mau retorika syukur. (padahal tulisan INI juga retorika ya..)
Aku akan melakukan apa-apa yang kubisa, belajar apa-apa yang belum kukuasai, dan membereskan apa-apa yang belum pada tempatnya. Retorika ini, semoga bukan hanya retorika.
BISMILLAH!
(pojok aula lt.3 gedung Q, saat sidang umum LPJ HMJA oleh MPM PNJ 10-11)
Sunday, July 5, 2009
Waktu jadi santri :)
hati ini sedang dirudung rindu yang menggigit. di tengah derasnya hujan, teringat diriku pada sekelebat kenangan saat masih hidup kapyong sana... bersama 64 teman seangkatan dan entah berapa banyak kakak dan adik kelas juga wali asrama, umi dapur, teh ina si penunggu koperasi, ummi londri, pak satpam, dan banyak lagi yang tak terhitung..!
dari tempat-tempat disana yang selalu bikin ketawa kalo diinget-inget. asrama aisyah, khodijah, dan lain-lainnya. saung tempat makan mie ayam atau burger edam. mengarungi empang dengan perahu-perahuan buatan pak narto (sampe kecebur trus bikin becek lantai asrama dan kena damprat bu yuni). muhadhoroh kubro di qo'ah, mufrodat di lapangan tiap pagi, nganter baju ke rumah pa ajid, metik kersen di depan sekolah dan belakang mesjid, nonton ju on ngumpet2 di qoah.
kena iqob suruh berdiri kalo tidur pas lagi al ma'tsurat subuh, atau kalo ketauan madhol. beli keripik dan susu beku, trus baca komik (hmm..ahaha!)
belom lagi makan bakso di SEUSEUPAN naik pick up bareng pa narto, ke ekalok (illegal?hmm..), jalan-jalan ke sungai, atau ke bodogol bareng pa ade. berenang ke taman melati, trus pulangnya beli pop mie. rame2 ke islamic bookfair, atau ke Munasharah 40 tahun Penjajahan israel.
huah! indahnya. kapan ya bisa main kesana lagi?
tapi sekarang (katanya) udah banyak berubah. semoga lebih baik :)
inahum fityatun aamanu birabbihim wa zidnahum hudaa..
dari tempat-tempat disana yang selalu bikin ketawa kalo diinget-inget. asrama aisyah, khodijah, dan lain-lainnya. saung tempat makan mie ayam atau burger edam. mengarungi empang dengan perahu-perahuan buatan pak narto (sampe kecebur trus bikin becek lantai asrama dan kena damprat bu yuni). muhadhoroh kubro di qo'ah, mufrodat di lapangan tiap pagi, nganter baju ke rumah pa ajid, metik kersen di depan sekolah dan belakang mesjid, nonton ju on ngumpet2 di qoah.
kena iqob suruh berdiri kalo tidur pas lagi al ma'tsurat subuh, atau kalo ketauan madhol. beli keripik dan susu beku, trus baca komik (hmm..ahaha!)
belom lagi makan bakso di SEUSEUPAN naik pick up bareng pa narto, ke ekalok (illegal?hmm..), jalan-jalan ke sungai, atau ke bodogol bareng pa ade. berenang ke taman melati, trus pulangnya beli pop mie. rame2 ke islamic bookfair, atau ke Munasharah 40 tahun Penjajahan israel.
huah! indahnya. kapan ya bisa main kesana lagi?
tapi sekarang (katanya) udah banyak berubah. semoga lebih baik :)
inahum fityatun aamanu birabbihim wa zidnahum hudaa..
Subscribe to:
Posts (Atom)

